Blogroll

Kamis, 29 November 2012

Yamaha Mio Sporty, Paking Selembaran Tapi 228,6 cc!!

Selembaran, kata ini akrab di komunitas penyuka adu kebut trek lurus alias drag bike. Artinya, paking silinder blok yang digunakan tetap selembar dari paking orisinal. Seperti di Yamaha Mio Sporty milik Haby Dalwa ini.

Meski memakai paking orisinal bawaan motor, tapi kapasitas engine yang diusungnya sudah sentuh 228 cc. Bengkaknya isi silinder skubek yang digeber Imam Ceper ini, akibat dari pemakaian piston milik Honda CBR 150R.

"Bentuknya yang pendek di bagian dinding piston, jadi enggak bikin mentok ketika TMB (Titik Mati Bawah; red),” sebut Yong Mustofa selaku tunner dari Yong Motor di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Diameter piston yang dipakainya pun tergolong besar. Yaitu, 67,5 mm. Itu artinya, pakai piston CBR 150R yang oversize 400. Kan diameter standar hanya bermain di 63,5 mm.

Tapi, Yong ingin agar power engine bisa berkitir lebih tinggi dengan tarik gas spontan. Maka itu, membuat bobot piston jadi lebih ringan dengan cara melubangi dinding-dinding piston.

"Ada enam lubang di piston ini. Tiap lubang, ukurannya sekitar 5 x 5 mm. Tapi, untuk yang dekat lubang pen piston, sedikit lebih kecil,” beber tunner 30 tahun tanpa sebutkan berapa bobot piston yang sekarang ini dipakainya.

Ada keuntungan lain ketika aplikasi piston CBR 150 ini. Karena dinding silinder yang pendek, maka bisa dikombinasikan naik stroke tanpa berpikir mentok bandul kruk as. Lewat metode pen stroke 3 mm, kini total stroke 63,9 mm. Volume silinder jadi 228,6 cc.

Menurut Yong, bisa juga dinaikkan sampai 65 atau 66 mm dan tetap pakai paking standar. Tapi, resikonya bandul kruk as harus dibikin lebih kecil biar piston enggak mentok saat TMB (Titik Mati Bawah). "Kalau sudah begitu, resikonya kruk as bisa melintir karena enggak kuat menahan besarnya power. Tentunya sayang dong,” ucapnya.

Dengan papasan 0,5 mm di bagian head cylinder, kombinasi piston dan stroke ini bikin rasio kompresi naik jadi 14,5 : 1. Asupan bahan bakar bensol biru.

Besarnya ‘jeroan’ ruang bakar, membuat Yong mengaplikasi diameter payung klep lebih besar juga. Pakai klep EE5 yang punya batang 5 mm, buat klep in pakai 34 mm dan 30 mm buat klep ex.

"Kalau kem, main di 270º buat klep in dan 271,5º buat klep ex. Durasinya ini sesuai kebutuhan trek lurus 500 meter,” beber Yong yang sudah memiliki mesin copy kem di workshop-nya itu.

Selasa, 27 November 2012

Yamaha XS650 Buluan Tanpa Rem Depan

Penampilan menggambarkan kepribadian, itulah yang diperlihatkan Yamaha XS 650 lansiran 1978 ini. Dari corak dan ubahannya, dipastikan sang pemilik, Ronny Hermawan suka burung. Karena itu pula gambar sayap dan bulu menghiasi sepeda motor yang telah dimodifikasi tersebut. Kuda besi berdarah retro ini tampak lebih hidup berkat garapan rumah modifikasi Retrogrades Slaughter House (RSH).

”Ronny keukeuh ingin sepeda motornya diubah, tapi nggak jauh-jauh dari unsur burung. Saya berpikir, karakter old skool harus dipertahankan agar temanya nyambung,” jelas Raditio Martin, juragan RSH.

Rangka khusus

Tahap awal pengerjaan, semua bagian dibuang danhanya menyisakan seonggok mesin renta yang masih bertenaga. Rangka dikustom atau dibuat khusus dari pipa seamless berdiameter 33 mm. Untuk mendapatkan kesan retro yang kuat, rangka rigid dibuat agak ceper. Setelah itu barulah, dipasang suspensi depan, tangki, spakbor bikinan RSH.

Rangka dibuat seukuran Harley-Davidson Sporster. Menurut Didot, sapaan karib Raditio, ukuran itu sangat cocok untuk menggendong mesin Yamaha lawas yang tidak terlalu besar.

Selanjutnya, roda depan dipasangkan dengan pelek dari Harley-Davidson lawas 21 inci berbalut karet Avon Speedmaster MK II 3.00. Belakang, pelek alloy 16 inci, juga dari Harley kuno, dipadu dengan ban Coker Beck 5.00. Tidak ada rem di depan (brakeless), namun belakang dicangkokkan satu set rem dari Harley-Davidson.

Desain tangki 


 Khusus untuk tangki, idesainnya khusus. Tutup dipasangi ornamen berbentuk sayap burung. Bodi tangki di-airbrush dengan gradasi abu-abu. Sejumlah bulu burung pun ditemui dalam bentuk hasi pengecatan. 

”Kesannya seperti timbul atau tiga dimensi yang dilakukan dengan teknik khusus. Warna bulu burung biasanya gradasi. Dibuat semirip mungkin,” tegas Didot.

Selanjutnya, di belakang dipasangi hardtail dengan spakbor dari pelat galvanish. Penampilan sepeda motor ini semakin ciamik ketika dipasangkan dengan sissy bar berbentuk bulu burung.

Lampu depan dibuat dengan bentuk segitiga, sementara belakang ditancapkan rangka pelat nomor di sisi kiri ban belakang.

Hasilnya, sSepeda motor ini tampak makin serasi dengan jok kulit olahan barudak RSH, juga bernuansa burung. Karena burungnya banyak bulu, Ronny menamakan  sepedamotor ini ”Buluan”.

Senin, 26 November 2012

Harley Alien Cewek Disuntik Steroid

Cara Samuel Semarun ”memelihara” Harley-Davidson Street Glide 2009 miliknya sungguh ”liar”. Tak cuma menambahi pernik seperti kebanyakan pemilik kuda besi Amrik lainnya, Direktur Utama PT Monex Investindo Futures ini ”mengobrak-abrik” dimensi aslinya hingga jauh lebih besar, tinggi, dan panjang.

Model turing yang kental melekat pada Street Glide kini menjadi fashionable, layaknya model semampai dengan wajah cantik bergaun menjuntai. ”Trademark-nya Steroid Bagger, tapi tema besarnya Alien Hotrod Bagger. Gambarannya, bodi di-oversize, tapi ceper. Ibarat orang fitnes yang jadi melar seperti disuntik steroid,” ujar Samuel kepada Kompas Otomotif.

Pengantin wanita
Menggandeng rumah modifikasi Imagineering Customs yang digawangi Tedja Widjaja, perombakan awal dilakukan pada ”penyuntikan” bodi. Ban depan dibesarkan dengan pelek Paul Yaffe 26 inci, belakangnya 18 inci. Dimensi roda ini membuat posisi sepeda motor menjadi semakin tinggi yang dipadu dengan garpu depan memanjang ala chopper.

Proses pembesaran lain adalah mengkustom berbagai sudut, seperti lampu dan tameng angin di depan, fender, tangki bahan bakar, hingga bagian belakang. Yang menarik adalah saddlebag Arleness di kanan-kiri bertambah panjang 75 cm. ”Saya membayangkan pengantin wanita dengan gaun menjuntai. Nanti suatu saat akan saya buat pasangannya (pengantin pria),” kata Tedja bercanda.

Suntikan steroid masih bereaksi dengan penambahan tinggi 10 cm. Tapi anehnya, ketika dinaiki, alien pengantin cewek ini malah lebih ceper 10 cm dari Harley-Davidson Street Glide standar pabrik. Itu berkat penggunaan air suspension Legend di belakang dan lowering kit Progressive di depan yang mampu menyesuaikan bobot.


Hampir semua bagian tak luput dari sentuhan Tedja. Mulai dari pernik mesin hingga permainan warna. Blok mesin Kuryakyn dikrom, beberpa bagian  juga mengalami sentuhan ulang dengan warna ungu, krom, dan putih. Setang diganti, termasuk handle grip dan spion LA Chopper. Agar lebih garang, ditanamkan knalpot 2 in 1 Hotrod Series Sinister Industries yang meliuk ke bawah.

Sementara itu, pengecatan menggunakan teknik airbrush dengan tema abstrak bercorak ghost flame cocok. Warna dasar putih dirasa cocok untuk aliran abstrak, karena bisa dipasangkan dengan warna cerah lain, dalam modifikasian Samuel adalah ungu. Putih dan ungu dirasa sangat mewakili tema.

Jika dilihat dari kejauhan, kesan pertama yang didapat adalah sebuah unsur feminim tapi tetap saja galak karena posturnya yang bongsor. Jika boleh dibilang, inilah alien cewek yang memakai jubah pengantin setelah disuntik steroid.

Dengan modal sebuah Street Glide, plus biaya perombakan mencapai Rp 300 juta, sudah cukup untuk pengantin alien wanita ini meraih berbagai gelar di kontes modifikasi. Dalam Kustomfest 2012 yang diselenggarakan di Yogyakarta bulan lalu, kolaborasi Samuel-Tedja ini dinobatkan sebagai The Best of Show, termasuk pilihan favorit pengunjung.

Kamis, 22 November 2012

Yamaha Fino & Honda Vario, Pemecah Kejenuhan Fashion Standar Skubek Contezt

Hadirnya Skubek Contezt yang garapan MOTOR Plus di ajang Jakarta Motorcycle Show (JMS) 2012 membuat beberapa suguhan menarik bagi pengunjung sendiri. Bahkan, bisa dibilang sebagai pemecah kejenuhan dan lelah usai berkeliling pameran. Nah, di bawah ini terdapat skubek yang menarik buat dilihat. Termasuk sang juara di kelas Fashion. So, langsung aja dilihat tiap modif yang ditawarkan.

Hot Rod Ala Fashion Standar
Yamaha Fino milik Irviani Aprilia ini tampil di luar kebiasaan. Sejatinya, skubek ini buat antar jemput sang anak ke sekolah. Bahkan, juga buat keperluan belanja ke pasar!

Tapi, ‘tangan gatal’ sang suami pun membuat Fino ini menjadi pacuan yang indah dilihat. “Sebelumnya catnya bukan seperti ini. Tapi, karena sempat ada baret akibat jatuh, sekalian aja ganti motif. Kebetulan ada bodi set tak terpakai,” sebut Arief Rahman Hasyim dari rumah modifikasi Billy Speed.

Meski pacuan ini milik istri, tapi tetap saja kelir yang ditampilkan tak menonjolkan sisi feminim. Justru, pria yang akrab disapa Billy ini menghiasi seluruh bodi lewat konsep hot rod bergaya lidah api.

"Untuk cat, minta bantuan teman dari Begay Airbrush. Tapi untuk variasi, saya coba yang turut mendukung konsep keseluruhan,” sebut pria yang akhirnya meraih juara I di kelas Fashion Standar ini.


Sporty Tetap Elegan
Turun di kelas standar fashion, Honda Vario milik Bagas coba dikreasi dengan pemasangan part bolt on yang jadi andalan. Asyiknya dipasang tidak berlebihan dan seluruhnya berfungsi sesuai kegunaan.

“Kalau pasang part variasi yang aneh-aneh jadi norak dan enggak nyambung, secara estetika jadi enggak oke,” ujar Kober, builder dari Bucos Custom di Pondok Gede, Bekasi yang menggarap besutan ini.

Kelir bodi yang dikombinasi antara merah marun dan silver ini juga mecing dengan warna part bolt on yang dipasang. Jadi, meskipun aplikasi peleng ring 17 inci yang mewakili kesan sporty, tampilan motor lebih terlihat elegan.

Tambahan kelir emas pada areal cover CVT juga punya alasan sendiri. “Warnanya biar mecing dengan suspensi depan dan tabung sok belakang yang sudah aplikasi part variasi,’ tutup builder berkepala plontos ini.

Kinclong Pemikat Hati
Honda Vario lansiran 2008 milik Linda Ayunita ini coba mengeluarkan pesonanya melalui aura kinclong yang dimiliki. “Buat motor Mbak Linda ini, pemakaian variasi mengikuti kelir cat bodi secara keseluruhan,” ujar Ridwan Abidin selaku modifikator dari Tompel Speed.

Apalagi pria yang akrab disapa Tompel ini juga aplikasi variasi bolt-on yang warnanya menunjang kelir. Misalnya sok depan dan juga pelek. Selain itu, adanya arm bolt on yang pemasangannya tidak merubah sasis ini pun makin mempermanis tampilan keseluruhan.

"Semua variasi yang terpasang di Vario ini bolt on kok,” jelas Tompel dari Jl. Sunter Agung Barat 21, No. 2, Sunter, Jakarta Utara. Siapp!

Senin, 19 November 2012

Honda CBR600RR, Sosok Balapnya Makin Kental

Honda CBR600RR paling konsisten berada di jalur balap meski juga banyak dipakai di jalan raya. Untuk itu pula, Honda mempertahankan “aura balap”, termasuk ketika dipermak dan muncul di EICMA akhir pekan kemarin. Sosok barunya semakin gagah plus nilai erodinamika yang lebih baik.

Semua itu diperoleh berkat rancang ulang  fairing. Hambatan anginnya diklaimturun enam persen. Desain lekukan penutup mesin juga kelihatan semakin seksi, mengingatkan orang pada prototipe MotoGP RC213V. Aliran udara ke saluran isap bertambah banyak dan mampu menaikkan torsi mesin pada putaran tengah.


”Dasarnya sama dengan yang lama, namun setingkat lebih baik. Pengendalian di trek makin mantap, sekaligus enak dipakai di dalam kota. Dua hal  yang kontradiktif. Itulah yang kami berikan untuk model baru ini,” jelas Hirofumi Fukunaga, Large Project Leader Development, Honda Jepang.

Untuk kenyamanan dan stabilitas, dipasang sokbreker Showa BPF berdiameter 41 mm. Sedangkan roda, menggunakan model 12 palang dengan bobot ringan. Komputer mesin atau ECU yang juga baru, ikut mengangkat kinerja mesin.

Honda merupakan pemasok tunggal mesin di kelas Moto2 yang diambil dari CBR600RR 4-silinder sejak 2003. Spesies ini diilhami oleh sepeda motor untuk MotoGP yang pernah ditunggangi Valentino Rossi, yaitu RC211V, 5-silinder. Karena watak balapnya sangat kuat, CBR600RR ini menang 6 kali berturut-turut di FIM Supersport World Championship.

Sabtu, 17 November 2012

KTM Super Duke R Paling "Buas"

Bersamaan dengan peluncuran Duke 390, KTM juga memperkenalkan prototipe  Super Duke R yang digadang-gadang bakal jadi flagship model keluarga Duke di Milan Motorcycle Show (EICMA), kemarin (13/11/2012). Pabrikan asal Austria ini bahkan menjuluki streetfighter  ini  "Beast" karena punya paket penawaran paling "buas". 

KTM berencana meluncurkan Super Duke R 1290 tahun depan dan melengkapi keluarga Duke yang sudah lebih dulu diluncurkan seperti Duke 125, 200, 390, 690 dan 990. Desainnya masih mengusung garis merah konsep keluarga Duke, hanya lebih banyak ujung yang lebih lancip, mulai dari dudukan lampu depan, bahu (shroud) dan buntut.

Rangka masih menggunakan tubular (trellis frame) dengan lengan ayun tunggal, plus pelek aluminium. Beberapa merek ternama seperti Brembo digunakan untuk sistem pengereman, suspensi dari WP, sistem pengabutan dari Akrapovic serta fitur ABS dan traction control jadi modal standar.

Soal mesin, KTM belum membeberkannya, tapi diperkirakan pengembangan dari  1.195 cc V-Twin milik KTM RC8R yang sudah berteknologi ride by wire.

Waktu ditanya berapa tenaga dan torsinya ? "Sangat-sangat besar," jawaban dari KTM. Satu hal yang perlu diperhatikan, sepeda motor yang diperkenalkan ini masih prototipe, tapi dari tampangnya sepertinya sudah siap diproduksi massal.

Kamis, 15 November 2012

Kawasaki KZ200 ‘Darizt’ dari Jogja Mendunia


Kawasaki KZ200 ‘Darizt’ yang satu ini tampil dengan gaya art deco.  Darizt Design Workshop mengubah tampilan Kawasaki KZ200 menjadi lebih eksotik.

Ditangan Agus Darizt sang builder, merombak total aura KawasakiZ200. Wajah retro ditunjukkan pada lampu depan model bulat. Tangki mengkombinasikan model kotak dan bulat dengan aksen kuningan bergaya art deco.

Kursi model single bergaya cafe racer. Sentuhan kuningan terlihat pada tangki, di bagian ujung setang dan footstep. Roda 17 inci dengan velg jari-jari berkelir putih.

Workshop yang berlokasi di Sleman ini tetap mempertahakan mesin asli KZ200 lansiran 1983. Dapur pacu ini disandingkan dengan muffler custom. Untuk suspensi digunakan milik Yamaha Byson.

Kawasaki KZ200 ‘Darizt’  diberi nama ’12th Attempt’ mampu mendapat pujian dari mancanegara. Buktinya beberapa situs dan blog dari luar negeri mereview hasil custom yang dilakukan pada Kawasaki KZ200 ini.

“Anda pasti terkejut sepeda motor ini memiliki kapasitas mesin kecil (setidaknya untuk Eropa dan Amerika Serikat), namun untuk Indonesia tergolong besar,” tulis Autoevolution.